Kawasan Istana Kerajaan Luwu

Kawasan Istana Kerajaan Luwu

Like
279
0
Tuesday, 12 April 2016
Art & Culture
Test Lagi
Dinas Koperasi

KONTEN - budayaOleh: STIC Dinas Pariwisata Sulsel

Bagi anda penggemar wisata sejarah, maka wajib mengunjungi Kawasan Istana Kerajaan Luwu, yang ada di pusat Kota Palopo. Istana ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda sekitar tahun 1920-an, di atas tanah bekas “Saoraja”. Istana sebelumnya terbuat dari kayu, konon bertiang 88 buah yang diratakan dengan tanah oleh Pemerintah Belanda.

Bangunan permanen ini dibangun dengan arsitektur Eropa, oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Dimaksudkan untuk mengambil hati Penguasa Kerajaan Luwu, tetapi oleh kebanyakan bangsawan Luwu dianggap sebagai cara untuk menghilangkan jejak sejarah Kerajaan Luwu sebagai kerajaan yang dihormati dan disegani kerajaan-kerajaan lain di jazirah Sulawesi secara khusus dan Nusantara secara umum.

Istana Luwu menjadi pusat pengendalian wilayah Kesultanan Luwu yang luas oleh penguasa kerajaan yang bergelar Datu dan atau Pajung.  Di Kerajaan Luwu, terdapat dua strata penguasa/raja yaitu Datu kemudian di tingkat lebih tinggi Pajung. Di dekat Istana Luwu terdapat pula Masjid Jami yang usianya sangat tua dan keseluruhan dindingnya terbuat oleh batu yang disusun.

Di Istana Luwu terdapat dua bangungan, yaitu Langkanae dan Salassae. Langkanae adalah sebutan kata lain dari istana. Langkanae ini dijadikan cagar budaya buatan Belanda untuk menggantikan Langkane yang dulu. Belanda membangunnya untuk kedatuan ketika Langkanae terbakar. Sedangkan Salassae adalah tempat pertemuan atau perjamuan para tamu-tamu istana.

Di dalam Istana Kedatuan Luwu terdapat berbagai benda pusaka. Di antaranya, terpajang dalam lemari kaca, sertifikat Pahlawan Nasional RI bagi (almarhum) Andi Jemma ditandatangani Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2004.

Ada boneka sepasang manekin berpakaian pengantin ala Luwu. Pelaminan khas adat setempat. Silsilah 23 generasi Pajung-e ri Luwu atau pohon famili dari raja-raja Kedatuan Luwu. Juga terpampang legenda Batara Guru.

Tersimpan beragam senjata pusaka berupa keris. Di dalam lemari kaca, terpajang piring antik, alat musik kecapi, guci, keramik, dan bosara’ (wadah penyimpan panganan tradisional). Susunan raja-raja Kedatuan Luwu turut menghiasi dinding.

Peninggalan yang ada di Istana Luwu tidak berupa Mahkota, tetapi berbentuk Besi Pakka dan Bunga Waru, yang hanya dipakai oleh datu, yang merupakan simbol Dewata Matenruliwawo. Di Istana Luwu juga terdapat Songko’ Pameri.

Sumber: www.exploresouthsulawesi.com


http://exploresouthsulawesi.com/berita-46-kawasan-istana-kerajaan-luwu.html #ixzz45ZFXCGjR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *