Seperti “Ngopi”, Akankah “Ngeteh” Jadi Tren?

Seperti “Ngopi”, Akankah “Ngeteh” Jadi Tren?

Like
20
0
Friday, 09 March 2018
Healthy Life

JAKARTA, KOMPAS.com – “Memang mulai banyak gerakan yang menyebut bahwa tea become the new coffee.”

Kalimat itu meluncur dari mulut Gupta Sitorus, editor Majalah Kenduri, dalam kapasitasnya sebagai pengamat pengamat makanan dan minuman (food and beverage).

Gupta menyampaikan pandangannya ini di sela peluncuran produk Caaya, teh Indonesia oleh Danone- Aqua di Jakarta, Rabu (7/3/2018) kemarin.

Secara umum, kata Gupta, hampir semua sektor bisnis berubah karena dampak kaum milenial.

Kelompok milenial mengubah tren traveling, fesyen, bahkan pola konsumerisme seperti belanja konvensional menjadi online.

Hal yang serupa pun terjadi pada industri makanan dan minuman.

Riset AC Nielsen sekitar tiga tahun lalu, kata Gupta, menyebutkan, kelompok milenial adalah generasi yang paling hijau, serta sangat peduli dengan kesehatan dan fisik.

Banyak bar dan klub malam tutup sejak 2-3 tahun terakhir, karena karakter milenial yang lebih senang nongkrong, baik dengan keluarga maupun teman, untuk minum teh atau kopi.

Kedai kopi pun menjamur di mana-mana. Tapi ternyata, tren serupa kini juga beralih pada teh.

“Pada tiga tahun ini, tumbuh banyak tea house di Jakarta. Seperti Jalan Bumi, Kota, Kemang,” tutur Gupta.

Kegemaran akan teh tersebut tak terlepas dari globalisasi yang melanda dunia.

Harga teh pun saat ini semakin murah dan tersedia beragam varian. Misalnya teh buah, teh bunga, dan varian lainnya.

Dia menyebut, orang Indonesia juga memiliki karakteristik lidah yang terbiasa dan terlatih dengan berbagai macam rasa.

Berbeda dengan warga dari negara lain, misalnya Malaysia. Gupta sempat memperkenalkan es krim dengan rasa yang eksploratif. Seperti es krim nasi uduk, ketoprak, dan nasi lemak.

“Mereka tertarik tapi enggak terlalu excited, karena terbiasa dengan spektrum makanan single dan heavy,” kata Gupta.

Dalam kesempatan itu, ia menilai Danone-Aqua sudah mampu memahami karakteristik milenial Indonesia dalam mengembangkan produk teh.

Misalnya, melalui rasa teh unik dengan bahan dasar beras merah. “Dalam hal ini Aqua, they understand to millenials,” ucap dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *