Melewati Masa Krisis Tahun-tahun Awal Pernikahan

Melewati Masa Krisis Tahun-tahun Awal Pernikahan

Like
12
0
Monday, 14 May 2018
Lifestyle

KOMPAS.com – Tidak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa hambatan. Dibutuhkan toleransi, kesabaran, dan cinta yang besar untuk menghadapi pertentangan yang mungkin timbul.

Pada tahun-tahun awal pernikahan, konflik mungkin akan lebih sering terjadi karena ini adalah masa-masa penyesuaian antara suami dan istri.

“Lima tahun pertama pernikahan adalah masa yang rentan, waktunya untuk menerima pasangan seperti apa,” kata psikolog Ajeng Raviando.

Menurut Ajeng, meski sudah berpacaran cukup lama namun tahun-tahun awal pernikahan adalah masa yang penuh cobaan.

“Karena ada euforia baru menikah, punya harapan tinggi pada pernikahan. Tapi bisa jadi enggak sesuai kenyataan,” kata psikolog lulusan dari Universitas Indonesia ini.

Ajeng mengatakan, pernikahan tidak cukup hanya berlandaskan cinta, tapi juga fondasi yang kuat, termasuk mampu menerima kekurangan masing-masing dengan penuh keikhlasan.

Setelah 5 tahun pertama berlalu, masa krisis lainnya adalah rasa bosan setelah 10 tahun menikah.

“Untuk menyiasatinya, suami istri harus pandai-pandai mencari aktivitas yang fun bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Walau demikian, menurut Ajeng, tidak ada tahun pernikahan yang bebas dari krisis.

“Buktinya banyak juga kan yang sudah 15 atau 20 tahun menikah bercerai juga. Ini karena keduanya tidak mau belajar, ada kekecewaan dipendam saja, sehingga banyak hal yang tak diselesaikan,” ujarnya.

Ia mengingatkan setiap pasangan perlu memiliki fondasi yang kuat dalam pernikahan, antara lain cinta yang dewasa, saling peduli dan memahami, mau berkompromi, saling percaya yang timbal balik, serta komitmen untuk bersama-sama membangun dan menjaga pernikahan dalam susah dan senang.

“Dibutuhkan kerja keras, tanggung jawab, kesabaran, dan rasa syukur untuk membentuk pernikahan yang harmonis dan bahagia,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *