Gaji Melimpah Malah Bikin Karyawan Tinggalkan Proyek Google

Gaji Melimpah Malah Bikin Karyawan Tinggalkan Proyek Google

1
148
0
Friday, 17 February 2017
Automotive

Anggoro Suryo Jati – detikInet

Jakarta – Tak bisa dipungkiri lagi, Google sudah banyak membakar uangnya di proyek mobil otonom, yang kini dipisahkan unit usahanya dan menjadi Waymo.

Banyaknya uang yang dikeluarkan Google itu mayoritas dialokasikan ke gaji karyawan, yang sebenarnya bertujuan untuk membahagiakan para engineernya itu agar tak pindah ke perusahaan lain yang sejenis. Namun ternyata, langkah tersebut malah membuat mereka meninggalkan Google.

Dilansir Bloomberg, Kamis (16/2/2017), unit bisnis tersebut punya sistem kompensasi yang tak biasa. Yaitu mengalikan gaji dan bonus berbasis performanya pada proyek mobil otonom.

Pembayaran itu diakumulasikan saat sebuah tercapainya sebuah pencapaian. Padahal Waymo sebagai unit bisnis masih belum bisa menghasilkan pendapatan, yang baru bisa terjadi bertahun-tahun mendatang.

Sebagai contoh, salah seorang karyawan mendapat bonus sebesar 16 kali gaji selama 4 tahun masa kerja. Dan kompensasi besar itu memang sempat sukses membuat para karyawan Waymo betah.

Namun lama-kelamaan mereka merasa sudah cukup banyak menimbun tabungan, yang membuat mereka merasa aman untuk meninggalkan unit bisnis tersebut. Setelahnya, dengan kemampuan yang dimiliki, mereka bisa mendirikan startupnya sendiri.

Antara lain adalah Chris Urmson yang mendirikan sebuah startup bersama mantan karyawan Tesla bernama Sterling Anderson. Lalu ada yang mendirikan startup truk otonom bernama Otto yang kemudian dibeli oleh Uber. Terakhir ada juga yang mendirikan startup bernama Argo AI, yang belum lama ini mendapat suntikan dana sebesar USD 1 miliar dari Ford.

Google sendiri bukannya tak mengalami kerugian akibat terlalu royal dalam memberikan gaji dan bonus. Alphabet — induk Google — pada 2015 menderita kerugian USD 3,5 miliar akibat mencoba-coba bermain proyek semacam proyek mobil otonom itu. Dan pada kuartal terakhir 2016, mereka kembali merugi USD 1 miliar.

Memang, kerugian itu tak semuanya disebabkan oleh proyek mobil otonom, namun keputusan mereka untuk memisahkan unit bisnis Waymo disebut bisa membuat kondisi keuangan Alphabet sedikit lebih baik.
(asj/fyk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *