Surabi di Café Oma

Surabi di Café Oma

3
479
0
Sunday, 28 February 2016
Kuliner
Test Lagi
Dinas Koperasi

Iwan R. Rahman – Langitku Networks

Tepungnya tetap terasa walau di-topping dengan aneka rasa....

Tepungnya tetap terasa walau di-topping dengan aneka rasa….

Kalau kamu penggemar kue surabi, langitkuradio.com merekomendasikan Cafe Oma. Rasa serabinya bervariasi.  Dari rasa bluberry, keju, cokelat, jagung, nangka hingga kacang. Harganya, Rp 8.000 sampai Rp 12.000 per biji.

Tak sulit menemukan kedai ini. Letaknya di sisi jalan utama di bilangan Cendrawasih, Makassar. Langitkuradio.com berkunjung ke tempat ini malam hari. Suasana café lumayan romantis. Di langit-langit tergantung sejumlah lampion yang terbungkus wadah berwarna-warni, layaknya café-resto untuk segmen kelas tertentu. Tingkat pencahayaan pun sedang-sedang saja.

Hanya ada sekitar delapan meja yang diletakkan secara acak di sudut-sudut tertentu. Setiap meja hanya ada dua hingga enam kursi. Diatur sedemikian rupa sehingga tampak lebih friendly, tidak formal.

Malam itu, sekitar jam 8 beberapa meja telah terisi. Tamu wanita dan pria, usia belasan hingga 30-an sedang mengobrol dengan santai, salah satunya warga negara asing. Informasi dari Bu Rheeny (75), pemilik kedai, sebagian mereka adalah mahasiswa  yang sudah menjadi pelanggan tetapnya.

“Kedai ini ada sejak 2004. Jadi sudah lebih dari 10 tahun. Beberapa di antara mereka yang datang sudah selesai S1, mereka menjadi pelanggan loyal sejak masih remaja”,  ujar Oma, begitu Bu Rheeny biasa disapa oleh pelanggannya yang dekat secara emosional.

Cafe Oma: Di langit-langit tergantung sejumlah lampion warna-warni [Iwan RR]

Apa yang membuat pelanggan sangat loyal terhadap surabi sang Oma itu?

“Mungkin cita rasa, harga terjangkau atau bisa juga karena hubungan saya dengan mereka seperti keluarga sendiri,” jawabnya.

“Cita rasa, harga terjangkau dan kedekatan emosional kepada Oma, itu alasan mereka datang ke Café Oma.”

423385_3422910450422_197272330_n

Oma Rheeny, dalam kenangan

Surabi di Café Oma, cita rasanya memang lain. Rasa tepungnya tetap ada walau dicampur dengan aneka rasa tambahan. Teksturnya juga tetap kenyal dan kering, berdiameter sekitar 10 cm. Café Oma adalah kedai pertama yang menjual aneka rasa surabi di kota Makassar

“Jika ada yang berusia dewasa, biasanya itu keluarga sendiri. Atau pelanggan yang 10 tahun lalu masih berstatus pelajar, sekarang masih sering datang, “ terang Oma yang dibantu oleh dua orang tenaga pemanggang, seorang kasir dan seorang lagi asisten peracik adonan. Café Oma buka jam 17.00 – 24.00.

“Saya tetap ikut membuat  adonan dan mengawasi. Biar cita rasa tetap terjaga seperti yang disukai oleh almarhum suami tercinta,” kenang Bu Rheeny. Ketika wawancara ini dilakukan Bu Rheeny masih ada 2014 lalu. Kini belau telah berpulang, namun Café Oma hingga kini masih terus bertahan melayani pelanggannya, penikmat surabi, di Makassar.

 

 

 

 

Cafe Surabi Oma
Jl. Cendrawasih No.106 – Makassar
Telp. 0851-0275-0267
FB: Surabi Oma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *