Media Sosial Penyebab Generasi Milenial Kesepian

Media Sosial Penyebab Generasi Milenial Kesepian

2
14
0
Wednesday, 13 June 2018
Lifestyle

KOMPAS.com – Meskipun media sosial bisa memberi banyak informasi, tapi produk kecanggihan teknologi ini juga menjadi penyebab kesepian generasi masa kini.

Dr Ruth Westheimer, terapis seks terkenal di dunia mengamini hal ini. Menurutnya, media sosial telah memberi dampak buruk bagi generasi milenial.

Psikoterapis berusia 90 tahun itu percaya jika media sosial membuat generasi milenial merasa kesepian.

Bahkan, media sosial juga mengurangi kemampuan mereka untuk mempertahankan hubungan asmara.

Pakar kesehatan mental ini mengatakan, adanya smarthphone dan penggunaan media sosial yang berlebihan juga menghambat keterampilan sosial dalam kehidupan nyata.

“Saya sangat prihatin tentang kesepian,” ucapnya, dilansir dari Independent.

“Orang-orang kehilangan seni percakapan. Mereka terus menggunakan ponsel mereka,” tambahnya.

Ia juga mengaku sering melihat pasangan duduk di restoran dengan ponsel di atas meja. Menurutnya, ini merupakan masalah besar dalam hubungan asmara.

Wanita kelahiran Jerman ini juga menjelaskan jika saat ini hubungan antar manusia jauh lebih sulit untuk dipertahankan karena internet.

“Ini memberi orang harapan yang tidak masuk akal, seperti keinginan untuk mendapat pasangan seorang Pangeran Tampan yang akan datang menunggang kuda,” tambahnya.

Misalnya, melihat fenomena Meghan Markle yang berhasil memikat hati Pangeran Harry, banyak orang berharap bisa merasakan apa yang dialami oleh The Ducches of Sussex ini.

Namun menurut Dr Ruth Westheimer, Meghan Markle adalah wanita beruntung yang menemukan dan mampu bersanding dengan seorang pangeran di zaman modern ini.

Banyak riset yang membuktikan efek kesepian pada kesehatan lebih berbahaya daripada merokok dan obesitas.

Mereka yang merasa sangat kesepian dua kali lebih mungkin mengalami kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya.

Bahkan, riset terbaru yang dilakukan oleh peneliti Denmark mengklaim jika kesepian dapat meningkatkan risiko kematian, baik pada pria maupun wanita.

” Kesepian lebih umum hari ini daripada sebelumnya, dan lebih banyak orang hidup sendiri,” ucap Anne Vinggaard Christensen, selaku pemimpin riset.

Lantas apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kesepian?

Terapis Jennifer L.Silvershein merekomendasikan agar orang yang kesepian membuat aktivitas yang bisa membangkitkan kembali hubungan dengan orang lain.

“Aktivitas itu sesederhana membuat kontak mata dengan orang lain di kendaraan umum, menulis surat untuk orang tercinta, meditasi, atau bermain dengan hewan peliharaan,” kata Silvershein.

Silvershein juga menjelaskan mafaat mengikuti aktivitas sukarelawan yang juga mampu mendatangkan rasa bahagia. Menurutnya, membantu orang lain sama halnya dengan membantu diri sendiri.

Selain itu, rasa sepi yang mendera juga bisa menjadi kesempatan untuk keluar, membangun ikatan yang otentik dengan orang lain secara nyata, bukan hanya di media sosial.

PenulisAriska Puspita Anggraini
EditorWisnubrata
SumberThe Independent,kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *